Selasa, 25 April 2017

Lalapan yang Berguna Bagi Tubuh

Para sobat blogger mungkin beberapa ada yang suka makan lalapan.Di sini sedikit saya ingin share beberapa lalapan yang mengandung antioksidan yang berguna bagi tubuh kita.

Lalapan yang Berguna Bagi Tubuh

1. Kenikir (Cosmos caudatus)

Pohon kenikir adalah flora tropika yang berasal dari Amerika Latin, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, dan di Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya. Kenikir adalah sejenis spesis bunga intan melampai yang berwarna unggu alias kuning dan berbunga kecil. Manakala flora bunga yang berwarna kuning jarang dipakainya sebagai ulam, yang berwarna unggu adalah sayuran ulam yang sangat terkenal dimakan mentah bersama nasi alias di cicah dengan budu, sambal terasi alias tempoyak dan cincalok.

2. Beluntas (Pluchea Indica)

Beluntas (Pluchea indica L.), nama flora ini mungkin jarang kami dengar. Tapi, sebenarnya bentuk tanaman ini tidak seasing namanya. Apabila kami perhatikan dengan akurat, hampir bisa dipastikan orang bakal langsung mengetahuinya sebagai tanaman yang tidak jarang tersedia di halaman rumah, sebab tidak jarang dipakai sebagai tanaman psupaya.

Beluntas adalah tanaman perdu tegak, berkayu, bercabang tidak sedikit, setinggi bisa mencapai dua meter. Daun tunggal, bulat bentuk telur, ujung runcing, berbulu halus, daun muda berwarna hijau kekuningan dan seusai tua berwarna hijau pucat dan panjang daun 3,8-6,4 cm. Tumbuh liar di tanah dengan kelembaban tinggi; di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat tanaman ini dipakai sebagai tanaman psupaya dan pembatas antar guludan di perkebunan. Beberapa daerah di Indonesia menyebut nama beluntas dengan nama yang tidak sama semacam baluntas (Madura), Luntas (Jawa Tengah), dan Lamutasa (Makasar).

Daun beluntas menurut hasil penelitian mempunyai kegunaaan antibakteri dan antioksidan dan berpotensi untuk dikembangkan sebagai pengtahan lama makanan dan obat.
Beluntas (Pluchea indica L.), nama flora ini mungkin jarang kami dengar. Tapi, sebenarnya bentuk tanaman ini tidak seasing namanya. Apabila kami perhatikan dengan akurat, hampir bisa dipastikan orang bakal langsung mengetahuinya sebagai tanaman yang tidak jarang tersedia di halaman rumah, sebab tidak jarang dipakai sebagai tanaman psupaya.

Beluntas adalah tanaman perdu tegak, berkayu, bercabang tidak sedikit, setinggi bisa mencapai dua meter. Daun tunggal, bulat bentuk telur, ujung runcing, berbulu halus, daun muda berwarna hijau kekuningan dan seusai tua berwarna hijau pucat dan panjang daun 3,8-6,4 cm. Tumbuh liar di tanah dengan kelembaban tinggi; di beberapa tempat di wilayah Jawa Barat tanaman ini dipakai sebagai tanaman psupaya dan pembatas antar guludan di perkebunan. Beberapa daerah di Indonesia menyebut nama beluntas dengan nama yang tidak sama semacam baluntas (Madura), Luntas (Jawa Tengah), dan Lamutasa (Makasar).

Secara tradisional daun beluntas dipakai sebagai obat untuk menghapus aroma badan, obat turun panas, obat batuk, dan obat diare. Daun beluntas yang telah direbus sangat baik untuk mengobati sakit kulit. Disamping itu daun beluntas juga tidak jarang dikonsumsi oleh masyarakat sebagai lalapan.

3. Mangkokan (Nothopanax Scutellarium)

Tanaman termasuk familia Araliaceae. Tumbuh di daerah dengan ketinggian antara 1-200 meter di atas permukaan laut. Bisa ditemui di ladang dan di tepi sungai tumbuh liar..
Untuk pengembangbiakannya dengan setek batang.
Nama lain : mamanukan (Sunda), godong mangkokan (Jawa), puring (Madura), lanido, ndalido, ranido, ndari (Roti, Nusa Tenggara), daun mangkok (Manado), mangko-mangko (Makasar), ai lohoi, ai laun niwel, daun koin, daun papeda (Ambon) dll.
Tanaman ini mengandung : kalsium oksalat, peroksidase, amygdalin, fosfor, besi, lemak, protein, vitamin A, B1, dan C.

4. Kecombrang (Nicolaia Speciosa Horan)

Kecombrang, kantan, alias honje (Etlingera eliator; sinonim Nicolaia elatior, Phaeomeria speciosa) adalah flora tahunan berbentuk terna yang bunga, buah, dan bijinya dikegunaaankan sebagai bahan sayuran. Nama lainnya adalah kincung (Medan) dan siantan (Malaya). Orang Thai menyebutnya kaalaa.
Kelopak bunga kecombrang dijadikan lalap alias direbus lalu dimakan bersama sambal di Jawa Barat. Kadang-kadang, kelopak bunganya juga dijadikan tahap dari pecel. Di Tanah Karo, buah kecombrang muda disebut asam cekala. Kuncup bunga dan “polong”nya menjadi tahap pokok dari sayur asam Karo; juga menjadi peredam aroma amis sewaktu memasak ikan. Masakan Batak terkenal, arsik ikan mas, juga memakai asam cekala ini. Di Malaysia dan Singapura, kecombrang menjadi unsur penting dalam laksa.

5. Kemangi (Ocimum Sanctum)

Kemangi adalah terna kecil yang daunnya biasa dimakan sebagai lalap. Aroma daunnya khas, kuat tetapi lembut dengan sentuhan aroma limau. Daun kemangi adalah salah satu bumbu bagi pepes. Sebagai lalapan, daun kemangi biasanya dimakan bersama-sama daun kubis, irisan ketimun, dan sambal untuk menemani ayam alias ikan goreng. Di Thailand ia dikenal sebagai manglak dan juga tidak jarang dijumpai dalam menu masakan setempat.

Kemangi adalah hibrida antarspesies antara dua spesies selasih, Ocimum basilicum dan O. americanum. Ia dikenal juga sebagai O. basilicum var. anisatum Benth. Aroma khasnya berasal dari kandungan sitral yang tinggi pada daun dan bunganya.

6. Katuk (Sauropus Androgynus)

Daun katuk ynag selagi ini dipercaya sebagai pelancar ASI, nyatanya tetap menyimpan khasiat lain yang tidak kalah hebat, yakni sebagai penjaga mutu dan jumlah sperma pria.
Daun katuk dipenuhi senyawa fitokimia berkhasiat obat, yang sedikitnya mengandung tujuh senyawa aktif yang bisa merangsang sintesis hotmon-hormon steroid dan senyawa eikosanoid.
Apabila dikonsumsi wanita, senyawa aktif dalam daun katuk bakal memacu pembentukan hormon kewanitaan, jadi kulit menjadi halus, rambut lebih sehat, dan semacam yang telah luas diketahui, melancarkan produksi ASI. Sebaliknya, dalam tubuh laki-laki senyawa aktif daun katuk bakal merangsang pembentukan hormon keperkasaan, yang bakal menggenjot vitalitas seksual.
Meski demikian, konsumsi daun katuk tidak boleh berlebihan. Di balik kelebihannya, daun katuk menyimpan sejumlah ketidak lebihan. Tidak hanya menolong proses metabolisme di dalam tubuh, glukokrtikoid hasil metabolisme senyawa aktif daun katuk bisa mengganggu penyerapan kalsium dan fosfor.

7. Kedondong Cina (Polyscias Pinnata)

Kedondong adalah tanaman buah yang termasuk ke dalam suku mangga-manggaan (Anacardiaceae). Tanaman ini dikenal pula dengan nama ambarella, hog plum, hevi (Filipina), mokah (Kamboja), gway (Myanmar), makak farang (Thailand).Buah kedondong bisa dimakan langsung dalam kondisi segar, alias tidak jarang pula diolah menjadi rujak, asinan, acar alias dijadikan selai. Buah ini mempunyai biji tunggal yang berserabut. Daun dijadikan penyedap dalam pembuatan pepes ikan.

8. Antanan (Centella Asiatica)

Antanan (Centella asiatica) nyaéta sarupaning tutuwuhan liar anu réa tumuwuh di pakebonan, huma, segi jalan, galengan sawah atawa di huma nu rada baseuh. Tuwuhan ieu asalna ti wewengkon Asia tropis, sumebar di Asia Tenggara, kaasup Indonésia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang jeung Australia satuluyna sumebar ka rupa-rupa nsupayaa séjén.Saprak jaman baheula, antanan geus dipaké pikeun ubar kulit, gangguan saraf sarta ngabenerkeun sirkulasi getih. Masarakat Jawa Kulon mitemanoh tutuwuhan ieu minangka salah sahiji pepelakan pikeun lalab.

9. Poh-Pohan (Pilea trinervia)

Antara lalap dan sambal, dalam khasanah tataboga masyarakat Sunda, telah punya pasangan masing-masing. Lalap pohpohan beserta teman-temannya sesama lalap asal pegunungan dan hutan, sangat tepat dipadukan dengan sambal terasi, sedangkan lalap ladang punya pasangan serasi sambal wijen alias sambal suuk (kacang tanah). Lalap sawah, termasuk saladah dan tespong, padanannya adalah sambal oncom.Akan tetapi,bagaimana pun, pendapat seorang pakar ekologi, lalap adalah sumber kekayaan alam yang tidak boleh diremehkan. Lalap sebagai sumber gizi, vitamin, dan protein sebagai sumber mata pencaharian dan peningkatan ekonomi masyarakat wajib dimuliakan, dalam pengertian dipelihara, dijaga, dan dipertahankan kelestariannya. Ia memuji upaya Perhutani Unit III Jabar-Banten yang telah memilih pohpohan sebagai komoditas penyangga keamanan hutan. “Apabila pohpohan berhasil dikembangkan sampai menjadi komiditas
ekspor, tipe lalap “liar” lainnya pun pasti bisa dikembangkan sampai mencapai taraf yang sama,” kata pakar tersebut. Ia pun optimistis budi daya tanaman lalap tradisional apabila digarap sungguh-sungguh bakal memberi kontribusi kepada masyarakat luas dalam menanggulangi krisis ekonomi berkepanjangan.

10. Daun Ginseng

Ginseng (Panax) adalah sejenis terna berkhasiat obat yang termasuk dalam suku Araliaceae. Ginseng tumbuh di wilayah belahan bumi utara khususnya di Siberia, Manchuria, Korea, dan Amerika Serikat. Tipe ginseng tropis bisa ditemukan di Vietnam, yaitu Panax vietnamensis. Nama “ginseng” diambil dari bahasa Inggris, yang dibaca mengikuti lafal bahasa Kanton, jên shên, yang dalam bahasa Mandarin dibaca “ren shen”, ??, yang berarti duplikat manusia, sebab bentuk akarnya yang kerap menyerupai manusia.
Ginseng tidak jarang kali dipakai dalam pengobatan tradisional. Akar tanaman ini bisa membenahi ajaran dan menambah produksi sel darah merah, dan menolong perbaikan dari penyakit.
Di Indonesia tersedia juga flora yang mempunyai khasiat sama dengan ginseng yaitu ginseng Jawa alias som jawa, Talinum paniculatum Gaertn. dan kolesom, Talinum triangulare Wild. Di dalam pengobatan tradisional akarnya dicampur dengan beberapa tipe obat dan yang paling terkenal dalam bentuk campuran anggur. Kajian tentang khasiat dan kegunaanya telah diperbuat untuk menjadikan kolesom sebagai ginseng Indonesia.

11. Krokot (Portulaca Oleracea)

Portulaca (nama daerah: Krokot) adalah genus dari tanaman dari suku Portulacaceae. Tersedia kurang lebih 40-100 spesies yang ditemukan di daerah tropis dan daerah bermusim empat.
Salah satu spesies yaitu Portulaca oleracea dikenal sebagai tanaman yang bisa dimakan dan dikenal di beberapa daerah sebagai tanaman hama. Beberapa spesies Portulaca juga menjadi makanan bagi ulat ngengat dan kupu-kupu.

Sabtu, 15 April 2017

10 Tanaman Berkhasiat Memulihkan Rambut Rontok

Sedikit ingin share mengenai 10 tanaman yang berkhasiat bisa memulihkan rambut rontok.

Berbagai penyebab kerontokan rambut antara lain merupakan :
  1. Baru sembuh dari penyakit kronis semacam sifilis, kencing nanah,malaria, tifus, dan sebagainya.
  2. Baru saja melahirkan anak.
  3. Kondisi jiwa tergoncang berkepanjangan.
  4. Memakai obat kimia yang justru kontraproduktif dengan pertumbuhan rambut.
  5. Memakai sampo alias minyak rambut yang tak semestinya.
  6. Peredaran darah di kepala tak lebih lancar, jadi kulit kepala tak lebih sehat.

10 Tanaman Berkhasiat Memulihkan Rambut Rontok

Tanaman dan Resep

1. Bayam
Tanaman bayam (Amaranthus hybridus) tak sedikit ditaman di halaman rumah,kebun, alias di pinggir-pinggir jalan. Bunga berbentuk tongkol, warna putih alias hijau muda. Daunnya berbentuk lonjong alias bulat telur.Selain mengandung kalium, bayam juga mengandung protein, lemak, fosfor,besi, vitamin A, B1, dan C.

Ramuan:
Setengah genggam bayam dicuci, lalu digiling halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Seusai itu diperas dan disaring. Minum tiga kali sehari, setiap kali setengah cangkir.

2. Daun Kacang Panjang
Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis) mempunyai buah polong yang panjang. Berbunga putih alias hijau muda, bentuknya mirip kupu-kupu.Daunnya berbentuk segitiga, bisa dimakan sebagai sayur maupun dikegunaaankan untuk pengobatan alami. Daun dan buah kacang panjang mengandung zat-zat protein, kalsium, fosfor, besi, belerang, magnesium,mangan, niasin, vitamin B1, B2, dan C.

Ramuan:
Satu genggam daun kacang panjang dicuci bersih lalu digiling halus.Kemudian diremas seusai dicampur dengan dua sendok makan minyak kastor.Penggunaannya digosok-gosok merata di kulit kepala sambil dipijit-pijit sebutuhnya. Perbuat itu setelah mandi petang, kemudian bungkus memakai handuk semalaman. Basuh rambut pada esok harinya.

3. Kelapa Hijau
Pohon kelapa hijau (Cocos nucifera) biasanya tumbuh di tepi pantai.Sekarang tak sedikit ditanam di halaman rumah sebagai tanaman hias. Batang pohon ramping lurus, tinggi hingga 14 meter lebih. Daunnya berpelepah sepanjang 2-3 meter. Bunganya berbentuk bunga tongkol. Buahnya berwarna hijau cerah, berbentuk kerucut, terbungkus serabut tebal.Kandungan air kelapa hijau merupakan glukosa, sakarosa, sukrosa, fruktrosa,mineral, dan asam amino.

Ramuan:
Sebuah kelapa hijau, pangkas tahap atas dan bawahnya, buatlah celah di salah satu tahap. Masukkan garam dapur satu sendok teh, kemudian diembunkan di luar rumah semalam penuh. Gunakan airnya untuk membilas kulit kepala sambil dipijit-pijit. Perbuat setiap petang hari setelah mandi, lalu bungkus dengan handuk hingga pagi.

4. Klerak
Tumbuhan klerak alias lerak (sapindus rarak) tetap tak jarang dijumpai di hutan belantara. Berbatang besar, tinggi mencapai 40 meter. Buahnya bulat agak pipih, kulitnya berkerut, dan warnanya cokelat bila telah tua. Daging buahnya mengandung zat saponin (beracun), sedangkan bijinya mengandung minyak.

Ramuan:
Sediakan 12 buah biji klerak, lalu rendam dalam air panas. Biarkan berbagai saat hingga airnya dingin. Pakailah air rendamannya untuk membasahi kulit kepala sambil dipijit-pijit dengan ujung jari. Bungkus kepala dengan handuk bersih semalam penuh.

5. Lidah Buaya
Tanaman lidah buaya (Aloe vera) kini mulai tak sedikit dibudidayakan di tempat berudara panas. Alias juga dalam pot dan kurang lebih pekarangan rumah.Bentuk daun meruncing, tebal berdaging kurang lebih satu cm, panjang 30 cm,getas, berduri lunak, dagingnya putih bening semacam gelatin. Daun lidah buaya mengandung bermacam-macam zat, semacam barbaloin, isobarbaloin,beta-barbaloin, dan damar.

Ramuan:
Satu pelepah daun lidah buaya dicuci bersih. Lalu duri dan kulitnya pada segi tahap dalam dihilangkan. Nah, silakan isi lidah buaya itu untukdigosokkan di kulit kepala yang sebelumnya telah dikeramas pada sore hari. Kemudian bungkuslah dengan handuk bersih. Bilaslah pada pagi esok harinya. Perbuat ini setiap hari selagi tiga bulan.

6. Daun Mangkokan
Tanaman mangkokan (Nothopanax scutellanium) tumbuh liar di tepi sungai berudara panas. Kadang dikegunaaankan juga sebagai tanaman psupaya nasib.Termasuk tanaman perdu setinggi hingga tiga meter.Bentuk daunnya semacam namanya, mirip mangkuk dengan aroma yang sedap. Daunmangkokan mengandung protein, lemak, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, B1, dan C.

Ramuan:
Satu genggam daun mangkokan dicuci bersih, lalu ditumbuk hingga halus.Remaslah dengan dua gelas air masak, lalu disaring. Air perasan inilah yang dipakai untuk menggosok kulit kepala sambil dipijit-pijit. Kemudian bungkus dengan handuk bersih semalaman. Bilaslah pada pagi harinya.

7. Nyamplung
Tanaman nyamplung (Calophyllum inopyllum) biasanya nasib liar di tepi sungai alias pantai yang berudara panas hingga ketinggian 600 m dpl.Berbatang besar dan tingginya bisa mencapai 22 meter. Daun agak lonjong dan cukup tebal. Bunga tumbuh di ketiak daun, warna putih. Buah berbentuk bulat mirip kelereng dan bertempurung agak keras. Biji bulat,tebal, keras, dan berwarna cokelat.Biji nyamplung mengandung takamaha, resin, minyak atsiri, kalofiloid,asam kalofilat, sitosterol, lendir, gliserin, minyak lemak,tanin,takaferol, dan karotenoid. Damarnya mengandung aneka zat semacamtakamahin, asam takawahol,gumi, resin, dan minyak terbang.

Ramuan:
Biji nyamplung diproses untuk diambil minyaknya. Dengan cara sederhana,siapkan satu genggam biji nyamplung, pecahkan dari kulit kerasnya.Letakkan di kain bersih alias piring dan jemurlah seharian, maka bakal keluar minyaknya. Minyak inilah yang dipakai untuk digosok-gosokkan di kulit kepala, sebagai penumbuh dan penyubur rambut.

8. Pisang
Negeri kami termasuk kaya bakal tanaman pisang (Musa paradisiaca).Setidaknya ada 75 tipe pisang di Indonesia. Tiga di antaranya telah amat dikenal, yaitu pisang badak dengan sebutan cavendish, pisang ambonyang disebut gras michael, dan pisang susu yang dikenal dengan nama lady finger.
Getah pisang mengandung tanin dan asam galat, sedangkan buahnya mengandung noradrenalin, 5-hidroksi triptamin, depamin, vitamin A, B kompleks, C, dan E, dan seratonin, pektin, dan tanin.

Ramuan:
Siapkan umbi batang pisang. Potong merata, cuci bersih lalu dicelahi sedalam sejengkal alias kira-kira 18 cm supaya air umbinya bisa terkumpul di dalamnya. Seusai umbi terisi air dari umbinya, air tersebut bisa untuk membilas rambut dan kulit kepala. Kemudian bungkuslah dengan handuk bersih hingga pagi hari.

9. Teh
Kebuh teh di lereng-lereng pegunungan terbukti menyejukkan. Tanaman teh (Camellia sinensis) mempunyai daun berbentuk lonjong. Bunganya tumbuh pada ketiak daun, warna putih. Buahnya bulat-bulat, berwarna cokelat hitam. Daun teh benyak mengandung zat samak.

Ramuan:
Ambil satu mangkuk air teh kental. Pada pukul 22.00, letakkan di halaman alias di luar luar rumah supaya terkena embun hingga pagi. Petang hari berikutnya seusai mandi, air teh tadi dipakai untuk membilas rambut dan kulit kepala sambil dipijit-pijit. Berikutnya bungkus dengan handuk hingga pagi dan bilas kembali.

10. Daun Urang-aring
Tanaman urang-aring (Eclipta prostrata) tetap belum tak sedikit dibudibayakan, malah tak sedikit tumbuh liar di ladang alias tepian sungai. Ia termasuk tanaman rumput-rumputan, tingginya hingga 60 cm lebih.

Daunnya tunggal, bulat telur, berseling berhadapan, ujung runcing, tepi bergerigi, pertulangan menyirip, warna hijau, dan bisa dimakan sebagai sayur. Bunganya berwarna putih, baunya agak sedap, buahnya bulat-bulat,warna hitam. Kandungan yang sangat mencolok pada tanaman urang-aring merupakan nikotina.

Ramuan:
Satu genggam daun urang-aring dicuci bersih lalu digiling halus.Selanjutnya diremas dengan dua gelas air matang, kemudian diperas dan disaring. Hasil saringan diletakkan di luar rumah, diembunkan dari pukul 19.00 hingga pagi. Berikutnya pada petang hari setelah mandi dipakai untuk membasahi rambut dan kulit kepala sambil dipijit-pijit. Bungkus pakai handuk bersih hingga pagi.